Dari, Oleh, Untuk, dan Bersama Petani
09 Jun 2010 14:05 WIB
Berbagi ke jejaring:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • del.icio.us
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis

Sharing pengalaman dari Pariaman, Sumatera Barat

Komunitas belajar qaryah thayyibah di fasilitasi oleh plan, lembaga bidang anak untuk mendampingi anak pasca gempa di padang. Bentuknya membentuk sanggar belajar untuk mendampingi 9 desa di pariaman. Aktifitas awal melalui sosialisasi melalui pemerintah desa tentang program yang direncanakan. Kegiatannya sendiri aalah pembentukan sanggar, cb pendidikan komunitas, cb hak dan perlindugnan anak, jamboree, dan pentas seni. Dari sosialisasi itu mendapatkan respon dan kader-kader yang cukup bagus. Ada yang aktif ada yang pasif. Di sana pada prinsipnya bisa memahami dan menerima pemikiran dari kami. Kultur disana cenderung regular dan masih berpandangan bahwa ketika sekolah itu ya menjadi PNS dan pegawai. Jadi ketika membawa konsep pendidikan alternative agak sulit walau akhirnya bisa menerima. FGD mendiskusikan perlindungan hak-hak anak yang pada intinya anak diberi keleluasaan untuk bertumbuh kembang dan berkreasi. Kami usahakan agar para orang tua tahu bahwa memukul anak adalah pelanggara UU. Reaksinya juga bermacam-macam. Kegiatan lainnya Jamboree, keadaannya juga sama dengan kondisi jamboree di kita. Selain itu ada jurnalistik yaitu penerbitan bulletin. Edisi 1-2 kita yang mengerjakan. Tapi edisi 3 mereka sudah sendiri yang mengerjakan. Selain itu kami juga membantu membuatkan blog. Sekarang terbentuk forum sanggar yang menyatukan 9 sanggar itu sehingga ketika pulang dari sana masih bisa berkomunikasi. Disana sebenarnya banyak warnet, tapi umumnya hanya FB dan game online.\mjb
Tuliskan komentar anda!










 

* : harus diisi
Halaman Anggota
Username
Password
Lupa Password

Akses E-Mail @SPPQT.OR.ID
Connect